Teknik Dasar Dalam Sinematografi
Teknik Dasar Dalam Sinematografi

Jasa Video Animasi Murah – Sinematografi adalah seni dan keahlian membuat gambar bergerak dengan menangkap cerita secara visual. Sedangkan secara teknis, sinematografi adalah seni dan ilmu merekam cahaya baik secara elektronik ke sensor gambar atau kimia ke dalam film.

 

Secara garis besar, proses tersebut mengenai framing, komposisi, gerakan, sudut kamera, pementasan, dan pencahayaan. Sinematografi berusaha untuk tidak terlihat sehingga semua perhatian dapat terfokus pada apa yang sedang direkam atau difilmkan tanpa gangguan.

 

Sinematografi adalah seni yang kompleks dan sangat teknis yang mungkin sulit untuk dipahami.Terdapat berbagai macam elemen yang ada di dalamnya, namun, tiga komponen yang paling penting dari sinematografi adalah:

 

Framing

Pergerakan kamera

Teknik sinematografi

 

 

Sinematografi sendiri memiliki banyak teknik yang dapat digunakan untuk pembuatan film. Beberapa teknik dasar dari sinematografi adalah:

 

  1. Medium shot

 

Salah satu teknik yang paling populer dalam sinematografi adalah medium shot. Teknik ini sering digunakan untuk memperlihatkan adegan atau lokasi baru.

 

Medium shot menunjukkan karakter yang saling berbagai informasi, menangkap dialog dua orang atau lebih. Teknik tersebut juga umum digunakan pada film dokumenter.

 

  1. Bird’s-eye shot

 

Teknik selanjutnya dari sinematografi adalah teknik pembuatan film yang menunjukkan suatu area secara luas dari angle tinggi. Objek dilihat secara langsung dari atas.

 

Shot ini seringkali digunakan untuk menunjukkan permulaan atau perkenalan dari suatu setting dan ukuran subjek yang kecil.

 

Baca juga : Fungsi dan Cara Penggunaan Green Screen

 

  1. Long shot

 

Dengan bantuan dari teknik sinematografi ini, penonton bisa mendapatkan gambaran yang lebih spesifik akan lokasi dari suatu adegan. Long shot menunjukkan seluruh tubuh karakter dari kepala hingga kaki.

 

Lalu, apa perbedaannya dengan bird’s-eye shot? Teknik ini menunjukkan subjek yang berdiri lebih dekat ke kamera.

 

  1. Close-up shot

 

Karakteristik dari close-up shot dalam sinematografi adalah hanya menyoroti bagian kepala dari pemain peran. Close-up shot memiliki tujuan untuk menampilkan emosi aktor dan membuat penonton terlibat dengan karakter secara emosional.

 

  1. Extreme close-up shot

 

Teknik ini menampilkan close-up pada bagian wajah karakter, misalnya mata aktor. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan drama dan intensitas adegan. Penonton akan terpikat pada emosi aktor. Selain pada subjek, teknik ini juga dapat digunakan untuk membidik objek.

 

  1. Over-the-shoulder shot

 

Salah satu teknik yang paling penting dalam sinematografi adalah over-the-shoulder shot. Hal ini karena mengungkapkan hubungan karakter antara satu sama lain, sehingga penonton dapat melihat interaksi antar pemain.

 

Teknik over-the-shoulder shot biasanya diambil saat karakter sedang berbincang. Bidikan diambil dari atas bahu salah satu karakter dan menunjukkan kepada penonton karakter lainnya.

 

  1. Point-of-view shot

 

Dalam suatu adegan film, teknik ini memberikan kesempatan pada penonton untuk melihat apa yang terjadi melalui mata karakter. Dapat dikatakan penonton melihat hal yang sama dengan aktor. Hal ini membantu penonton merasa seperti menjadi bagian dalam film.

 

Sinematografi adalah bagian penting dari terbentuknya suatu film, iklan, dan video lainnya secara apik dan memanjakan penonton. Sinematografer harus memiliki pengetahuan akan berbagai hal seperti, elemen, unsur, dan teknik yang digunakan.

 

Silahkan hubungi kami Akseni Jasa untuk pemesanan video animasi bisnis Anda  di 083878617621 (WA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here