Jasa Pembuatan CSMS – Melakukan Audit Internal SMK3 tidak bisa dilakukan secara dadakan seperti sidak satpol PP. Audit adalah proses yang terencana, terstruktur, dan terdokumentasi.
Sebagaimana telah kita bahas dalam Perbedaan Audit Internal SMK3 dan Inspeksi Rutin tujuan audit adalah pemeriksaan secara sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa penerapan Sistem Manajemen K3 di perusahaan telah dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Mengacu pada standar umum audit (ISO 19011) yang diadopsi dalam SMK3, berikut adalah 4 tahapan utama pelaksanaan Audit Internal yang wajib Anda ikuti.
Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Sebelum hari H, Lead Auditor (Ketua Tim) harus menyiapkan hal-hal berikut
Membentuk Tim Auditor: Tunjuk personel yang sudah kompeten dan independen. Pastikan tidak ada auditor yang mengaudit departemennya sendiri (Jeruk makan jeruk).
Pastikan tim Anda memenuhi syarat Syarat & Kompetensi Menjadi Auditor Internal SMK3
Tentukan tanggal, durasi, dan area mana yang akan diaudit. Sosialisasikan jadwal ini ke seluruh departemen (Auditee) minimal 1 minggu sebelumnya agar mereka siap.
Auditor tidak boleh masuk lapangan dengan tangan kosong. Siapkan daftar pertanyaan berdasarkan kriteria PP 50 Tahun 2012 (64, 122, atau 166 kriteria).

Ini adalah Hari H eksekusi. Tahapan ini dibagi lagi menjadi 3 sesi
Rapat Pembukaan (Opening Meeting)
Jangan langsung lari ke pabrik! Kumpulkan dulu seluruh manajemen dan auditee di ruang rapat. Jelaskan tujuan audit, ruang lingkup, jadwal, dan kriteria yang digunakan. Ini penting untuk membangun suasana kondusif.
Proses Audit (Gathering Evidence)
Auditor turun ke lapangan untuk mencari Bukti Objektif. Ingat teknik 3D dalam mengumpulkan bukti
Dokumen: Periksa prosedur, rekaman, dan formulir.
Gunakan panduan ini Daftar Dokumen Wajib dalam Audit SMK3
Diskusi (Wawancara): Tanya operator atau staf. Apakah mereka paham kebijakan K3? Apakah mereka mengerti cara pakai alat?
Demografi (Observasi Fisik): Lihat langsung kondisi lapangan. Apakah APAR ada pada tempatnya? Apakah jalur evakuasi bersih?
Perumusan Temuan
Auditor mencatat semua ketidaksesuaian yang ditemukan. Apakah temuan tersebut kategori Mayor (Fatal) atau Minor (Administratif)?
Setelah data terkumpul, Tim Auditor berkumpul untuk menyusun laporan resmi.
Laporan ini bukan sekadar curhatan auditor, tapi dokumen hukum internal. Laporan harus memuat
Bingung cara menulis laporannya? Baca Cara Buat Laporan Audit Internal SMK3 yang Tepat dan Efektif
Audit tidak selesai saat laporan diserahkan. Proses baru dianggap selesai jika perbaikan sudah dilakukan.
Rapat Penutupan (Closing Meeting): Auditor mempresentasikan hasil temuan kepada manajemen. Manajemen harus menerima temuan tersebut dan berkomitmen memperbaikinya.
Verifikasi Perbaikan: Auditee diberi batas waktu (misal 2 minggu) untuk memperbaiki temuan. Auditor wajib mengecek kembali (verifikasi) apakah perbaikan sudah efektif.
Close Out: Jika semua temuan sudah diperbaiki (Status Closed), barulah siklus audit internal dianggap selesai.
Seringkali audit internal gagal memberikan dampak positif karena
Audit Internal SMK3 adalah Gladi Resik sebelum Anda menghadapi Audit Sertifikasi Eksternal. Jika Anda menjalankannya dengan benar sesuai tahapan di atas, niscaya Audit Eksternal akan terasa ringan dan mudah.
Namun, jika Audit Internal Anda asal-asalan, bersiaplah panik saat Auditor Lembaga Sertifikasi menemukan puluhan temuan Mayor di tempat Anda.
Merasa tim internal Anda belum siap melakukan audit sendiri? atau butuh bantuan untuk menyelesaikan masalah SMK3?
Yuk hubungi Jasa Konsultan Internal Auditor Jakarta yang siap memberikan solusi terbaik. Info lengkap, silahkan hubungi kami