AD PLACEMENT

Cara Inspeksi APD Ketinggian (Pre-Use Check)

AD PLACEMENT

Jasa Pembuatan CSMSBanyak kecelakaan kerja terjadi bukan karena pekerjanya tidak kompeten, melainkan karena alat yang digunakannya gagal berfungsi (equipment failure). Tali yang putus karena lapuk, hook yang macet dan tidak mau mengunci, atau jahitan yang robek saat menerima beban.

Sebagai personel TKBT 2, nyawa Anda bergantung sepenuhnya pada kekuatan kain dan logam yang melekat di tubuh Anda. Mempercayakan nyawa pada alat yang belum diperiksa adalah tindakan konyol.

Oleh karena itu, prosedur Pre-Use Check (Pemeriksaan Sebelum Pakai) adalah hal wajib yang tidak boleh dilewatkan. Ingat prinsipnya, Jika Anda ragu dengan kondisi alatnya, jangan dipakai! Nah artikel ini akan memandu Anda melakukan inspeksi visual dan fungsional pada perangkat Fall Arrest System Anda.

Apa Itu Pre-Use Check?

Apa Itu Pre-Use Check?

AD PLACEMENT

Pre-Use Check adalah pemeriksaan visual dan manual yang dilakukan oleh pengguna sendiri sesaat sebelum alat digunakan. Berbeda dengan Thorough Examination (Pemeriksaan Menyeluruh) yang dilakukan oleh inspektur ahli setiap 6 bulan, Pre-Use Check dilakukan setiap hari.

Tujuannya: Memastikan tidak ada kerusakan baru yang muncul setelah pemakaian kemarin.

Konteks: Alat apa saja yang diperiksa? Tentu saja satu set lengkap sistem penahan jatuh. Baca lagi komponennya di Mengenal Fall Arrest System, Penahan Jatuh yang Wajib TKBT 2.

Langkah 1 Memeriksa Webbing (Tali Anyaman)

Komponen utama Full Body Harness dan Lanyard adalah serat kain sintetis (webbing). Periksa seluruh bagian tali dengan metode Lihat dan Raba. Carilah tanda-tanda berikut

AD PLACEMENT

Sayatan/Sobekan (Cuts): Biasanya terjadi karena tergesek benda tajam di proyek. Potongan sekecil 1mm pun bisa mengurangi kekuatan tali secara drastis.

Abrasi (Serabut): Jika tali terlihat berbulu lebat seperti selimut wol, itu tandanya gesekan berlebih.

Paparan Kimia/Panas: Bercak noda, perubahan warna (discoloration), atau bagian yang mengeras/meleleh. Ini tanda serat di dalamnya sudah rapuh.

Jamur: Bintik-bintik jamur bisa membusukkan serat dari dalam.

AD PLACEMENT

Standar Alat: Pastikan harness Anda berkualitas sejak awal beli. Cek panduannya di Panduan Memilih Full Body Harness yang Standar dan Aman.

Langkah 2 Memeriksa Jahitan (Stitching)

Jahitan adalah titik terlemah sekaligus terpenting. Biasanya benang jahitan dibuat dengan warna kontras (misal: tali kuning, benang hitam) agar mudah dicek. Periksa apakah ada :

  • Benang yang terputus atau mencuat keluar.
  • Jahitan yang longgar.
  • Jahitan yang hilang.

Jika ada SATU SAJA jahitan pola kunci yang putus, alat tersebut harus di-reject (dibuang). Jangan coba-coba menjahitnya sendiri ke tukang jahit biasa!

Langkah 3 Memeriksa Hardware (Logam)

Periksa komponen logam seperti D-Ring, Buckle (gesper), dan Snap Hook (pengait).

Karat/Korosi: Karat permukaan (surface rust) mungkin masih bisa dibersihkan, tapi jika sudah korosi dalam (pitting) yang menggerus logam, buang segera.

Deformasi: Bentuk yang bengkok, retak, atau penyok akibat benturan/terlindas kendaraan.

Fungsi Mekanis (PENTING)

Coba buka dan tutup pintu Snap Hook atau Carabiner.

Pintu harus bisa menutup dan mengunci sendiri (auto-lock) dengan lancar.

Jika macet, seret, atau pernya lemah, jangan dipakai. Risiko roll-out (terlepas sendiri) sangat besar.

Penyebab Kerusakan: Seringkali kerusakan hook terjadi karena pemakaian yang salah. Pelajari cara pakai yang benar di Kapan Harus Menggunakan Double dan Single Lanyard?.

Langkah 4 Cek Label & Indikator

Setiap APD standar pasti memiliki label pabrikan.

Label: Harus terbaca jelas. Berisi tanggal produksi (Date of Manufacture), standar (EN/ANSI), dan nomor seri. Jika label hilang atau pudar total hingga tidak terbaca, alat dianggap tidak layak karena usianya tidak bisa dilacak.

Impact Indicator: Cek di bagian punggung harness. Apakah ada jahitan yang terbuka memperlihatkan label merah “STOP”? Jika ya, berarti harness itu pernah jatuh. Gunting segera agar tidak dipakai orang lain.

Langkah 5 Apa yang Harus Dilakukan Jika Rusak?

Jika Anda menemukan satu saja cacat dari poin-poin di atas, lakukan prosedur Karantina

Jangan Dipakai: Pisahkan dari alat yang bagus.

Beri Tagging: Pasang label merah bertuliskan RUSAK / DO NOT USE.

Lapor Supervisor: Serahkan ke atasan untuk dimusnahkan (biasanya digunting) atau diperbaiki oleh pabrikan resmi (jika memungkinkan).

Jangan pernah menyimpan alat rusak di gudang dengan alasan untuk cadangan. Itu bom waktu yang bisa membunuh rekan kerja Anda yang tidak tahu.

Risiko Hukum: Membiarkan alat rusak dipakai karyawan adalah kelalaian fatal manajemen. Ingat sanksinya di Sanksi Hukum Perusahaan yang Kerja Ketinggian Tanpa Sertifikat

Inspeksi APD hanya butuh waktu 2-3 menit sebelum bekerja. Waktu yang sangat singkat untuk menjamin keselamatan nyawa Anda seharian.

Jadikan Pre-Use Check sebagai kebiasaan, bukan beban. Ingat, alat bisa diganti baru, tapi nyawa tidak ada suku cadangnya. Apakah tim Anda sudah disiplin melakukan inspeksi harian? Atau mereka asal ambil alat lalu naik?

Tingkatkan Kemampuan

Kami menghadirkan Training TKBT 2 terpercaya sehingga bagi siapa saja yang ingin mendalami atau belajar terkait TKBT 2 secara resmi, silahkan hubungi kami

AD PLACEMENT

Seseorang yang suka Dunia Blog, Berbisnis, Digital Marketing, SEO, Paid Ads, Motion, Animation, Editing, IT, Website, Desain dan K3 Industri 😎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *