Tahun 2022, Ini Dia Tren Wajib Untuk Menunjang Sebuah Merek di Media Sosial
Tahun 2022, Ini Dia Tren Wajib Untuk Menunjang Sebuah Merek di Media Sosial

Jasa Video Company Profile Murah – Baru-baru ini lembaga Talkwalker dan Hubspot merilis hasil riset tentang tren media sosial 2022 dengan melibatkan 70 pakar global. Lalu, seperti apa prediksi tren media sosial di tahun depan? Berikut ulasannya.

 

  1. Menggabungkan User Generated Content (UGC)

 

User Generated Content (UGC) adalah jenis konten yang dibuat dan diposting oleh pengguna, lalu konten tersebut dibagikan ulang oleh merek untuk menunjukkan pengalaman pengguna terhadap produk atau layanan mereka.

 

Cara ini kemudian diperbaharui oleh pengguna sekarang, di mana mereka menggabungkan konten dari merek yang sudah ada, lalu menggunakannya kembali agar sesuai dengan ide atau kepribadian pengguna.

 

Menurut para pakar sosial media, tipe UGC seperti ini yang akan banyak digunakan lagi oleh konsumen di tahun depan.

 

Oleh karena itu, merek perlu memfasilitasi pengguna untuk membuat konten UGC yang sesuai dengan ide mereka dengan cara menyediakan logo atau template merek.

 

  1. 4C (Community, Contactless, Cleanliness dan Compassion)

 

4C atau community, contactless, cleanliness dan compassion memiliki arti komunitas, tanpa kontak, kebersihan dan kasih sayang. Konsep ini belakangan sedang banyak dipraktikkan dan kemungkinan akan terus berlanjut di tahun depan.

 

Salah satu contoh dari pengaruh prinsip 4C ini terjadi pada slogan iklan KFC yang mengkampanyekan finger lickin atau kebiasaan menjilat jari ketika menyantap produk KFC. 

 

Kampanye ini pun kemudian dicabut karena tidak relevan dengan keadaan saat ini.

 

Melihat fenomena tersebut, pada akhirnya penting bagi merek untuk mempertimbangan prinsip 4C ini di tahun depan ketika akan membuat strategi pemasaran yang tepat.

 

 

  1. Pemasaran nostalgia

 

Tren lain yang akan berkembang di tahun depan yakni pola pemasaran nostalgia. Tren ini sempat disampaikan oleh Aji Aditra Perdana selaku Head of Social Media and Content Marketing Home Credit Indonesia dalam riset tersebut.

 

Menurutnya, dengan menggunakan pola ini merek bisa membuat kampanye yang menyenangkan dengan melihat kembali ke masa lalu yang indah sebelum Covid-19 melanda.

 

Baca juga : Bahaya Mematikan Laptop Sembarangan

 

Nantinya emosi positif terkait nostalgia tersebut bisa membantu meningkatkan emosi pengguna saat ini. Di situlah letak ketertarikan dari bentuk pemasaran nostalgia berada.

 

Strategi ini dapat menghubungkan emosi positif yang kuat dengan merek dan dapat memberikan dorongan sentimental.

 

  1. Meme

 

Tren media sosial 2022 selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah adanya peningkatan pada bentuk pesan seperti konten meme.

 

Setidaknya sekitar 55 persen anak usia 13 tahun hingga 35 tahun kerap mengirimkan konten berbentuk meme ini dalam komunikasi online mereka. 

 

Hal ini juga sebenarnya bisa diadaptasi oleh bisnis dalam bentuk strategi marketing yang tepat.

 

Walaupun begitu, merek tetap harus berhati-hati terhadap risiko yang ditimbulkan oleh konten meme tersebut ketika akan diaplikasikan dalam tujuan pemasaran, terutama memastikan untuk menggunakan gambar atau meme yang legal.

 

  1. Game

 

Video game telah menjadi bentuk hiburan yang populer ketika banyak kota memberlakukan lockdown. Apalagi saat ini kamu juga bisa bermain game online dengan komunitasmu atau teman baru di aplikasi gaming.

 

Itu artinya merek perlu mempertimbangkan untuk menerapkan strategi pemasaran di situs gaming guna memperluas jangkauan pengguna.

 

Selain itu, kamu juga bisa melakukan riset apa yang disukai oleh penggemar gaming ini dan membuat konten yang dirancang khusus untuk mereka.

 

Silahkan hubungi kami Akseni Jasa untuk pemesanan video animasi bisnis Anda  di 083878617621 (WA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here